Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Karebamelo.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus influenza yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Meski menunjukkan tren kenaikan, aktivitas influenza di Indonesia masih berada pada tingkat rendah hingga sedang dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.
Gejala seperti demam, batuk, pilek, hingga nyeri tubuh yang belakangan banyak dialami masyarakat menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas influenza. Namun, masyarakat diimbau tidak panik dan tetap menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa peningkatan kasus influenza tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara Asia Tenggara dan berbagai wilayah dunia.
Menurutnya, influenza merupakan penyakit musiman yang memiliki pola peningkatan pada periode tertentu, terutama menjelang akhir tahun.
"Influenza bersifat musiman atau seasonal. Kasus biasanya meningkat sekitar September hingga akhir tahun," kata Andi dalam konferensi pers daring mengenai perkembangan situasi dan penanganan influenza di Indonesia, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan hasil surveilans sentinel ILI-SARI, hingga minggu ke-38 tahun 2026, Kemenkes telah memeriksa sekitar 8.757 spesimen untuk memantau perkembangan influenza di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.527 spesimen atau sekitar 17 persen dinyatakan positif influenza.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, proporsi positif influenza tahun ini tercatat lebih rendah. Pada tahun sebelumnya, terdapat 2.790 spesimen positif dari total 11.805 spesimen yang diperiksa, atau sekitar 26 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun kasus influenza mengalami peningkatan, proporsi hasil pemeriksaan positif pada 2026 masih berada di bawah angka tahun sebelumnya.
Sementara itu, subtipe virus influenza yang paling banyak ditemukan dan masih dominan beredar di Indonesia adalah Influenza A(H1N1)pdm09.
Aktivitas Influenza Masih dalam Kategori RendahAndi menjelaskan, pemantauan influenza melalui surveilans di rumah sakit hingga minggu ke-38 2026 masih menunjukkan aktivitas penyakit dalam kategori rendah atau low.
Angka tersebut juga masih berada di bawah rata-rata aktivitas influenza dalam 10 tahun terakhir.
Berdasarkan pola historis, tren kasus influenza biasanya mulai menurun setelah melewati minggu ke-39 dan ke-40. Meski demikian, perkembangan kasus tetap perlu dipantau untuk memastikan kondisi terkini.
Sementara itu, hasil surveilans ILI-SARI di puskesmas serta pemantauan di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan menunjukkan tingkat positif influenza dalam kategori sedang atau moderate, dengan kisaran 54–60 persen.
Angka tersebut belum mencapai kategori tinggi (high) maupun luar biasa (extraordinary).
Kemenkes menegaskan bahwa perkembangan kasus tetap menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan tren selama periode influenza musiman.
Kemenkes Perkuat Pemantauan dan Kesiapan Fasilitas KesehatanUntuk mengantisipasi perkembangan kasus influenza, Kemenkes terus memperkuat sistem surveilans sentinel dan kapasitas laboratorium.
Pemantauan dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Langkah ini bertujuan mendeteksi perubahan pola penyebaran penyakit sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Selain itu, kesiapan fasilitas kesehatan juga terus diperkuat, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga kesiapan pelayanan kesehatan menghadapi peningkatan penyakit musiman.
Cara Mencegah Influenza yang Perlu DiketahuiDi tengah meningkatnya aktivitas influenza, masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Berikut sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari:
Rutin mencuci tangan. Gunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau menyentuh benda yang digunakan bersama.
Gunakan hand sanitizer. Pembersih tangan berbasis alkohol dapat menjadi alternatif ketika fasilitas cuci tangan tidak tersedia.
Terapkan etika batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam untuk mengurangi penyebaran percikan pernapasan.
Gunakan masker dengan benar. Masker dianjurkan terutama ketika berada di tempat ramai, menggunakan transportasi umum, atau saat mengalami gejala gangguan pernapasan.
Istirahat yang cukup. Apabila mengalami gejala influenza, kurangi aktivitas dan berikan waktu bagi tubuh untuk pulih.
Perhatikan kondisi kesehatan. Masyarakat yang memiliki penyakit penyerta perlu menjaga kondisi tubuh dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.
Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan gejala yang dirasakan, terutama apabila keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik.
Kenali Gejala dan Segera Cari Pertolongan MedisInfluenza umumnya ditandai dengan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta tubuh terasa lemas.
Meski sebagian besar penderita dapat pulih dengan perawatan yang tepat, influenza berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.
Karena itu, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala berat, seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi tubuh yang semakin memburuk.
Bagi masyarakat yang sedang sakit, istirahat cukup dan konsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Kemenkes mengingatkan bahwa peningkatan influenza musiman perlu disikapi dengan kewaspadaan, bukan kepanikan. Penerapan PHBS, kebiasaan menjaga kebersihan, serta kesadaran mengenali gejala menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. (Red)

.png/s1600/Banner%20Iklan%20Promo%20Karebamelo%20(1600%20%C3%97%20205%20px)%20(1).png)